Oleh. Misbahu Surur


Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Begitu pula dengan lahirnya Penerbit Maktabain, yang berawal dari pengalaman sederhana namun penuh makna.

Awal mula perjalanan ini dimulai ketika saya pertama kali menerbitkan buku pribadi melalui sebuah penerbit. Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang sangat berharga. Dari sana, saya mulai memahami proses penerbitan, mulai dari penulisan, editing, layout, hingga buku itu benar-benar terbit dan sampai ke tangan pembaca.

Tidak berhenti di situ, saya kemudian mengikuti program kolaborasi menulis yang diadakan oleh penerbit lain. Dari pengalaman tersebut, semakin tumbuh ketertarikan dan pemahaman saya terhadap dunia literasi dan penerbitan.

Sebagai seseorang yang hidup di lingkungan pesantren, saya melihat potensi besar yang seringkali terabaikan. Di pesantren, pernah diadakan lomba menulis cerpen untuk para santri. Dari situlah muncul satu kegelisahan:

“Sayang sekali jika karya-karya santri ini hanya berhenti di lomba, lalu hilang begitu saja.”

Dari pemikiran itu, saya memberanikan diri untuk mengambil langkah. Karya-karya santri tersebut mulai saya kumpulkan, kemudian diproses menjadi sebuah buku. Saya mendesain cover secara mandiri, sementara proses pengetikan naskah dibantu oleh santri yang menjadi panitia lomba. Setelah itu, saya melanjutkan ke tahap layout hingga akhirnya buku tersebut berhasil dicetak.

Awalnya, buku tersebut hanya akan diarahkan ke penerbit. Namun pada akhirnya, saya memilih untuk mencetaknya secara mandiri. Dari pengalaman inilah muncul sebuah kesadaran baru:

Bahwa karya-karya hebat bisa lahir dari lingkungan sederhana, asalkan ada yang mau mengelola dan mewadahi.

Dari sinilah ide untuk mendirikan sebuah penerbit mulai tumbuh.

Saya kemudian berdiskusi dengan rekan yang juga berkecimpung di dunia pendidikan. Dari obrolan tersebut, lahirlah Penerbit Maktabain sebagai wadah untuk menghidupkan karya, khususnya dari kalangan siswa dan santri.

Buku pertama yang diterbitkan oleh Penerbit Maktabain adalah program kolaborasi menulis yang dibuka untuk peserta dari seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah awal dalam membangun jaringan dan memperkenalkan Maktabain ke dunia yang lebih luas.

Seiring berjalannya waktu, Penerbit Maktabain mulai memperluas gerakan dengan masuk ke sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Kami mengadakan seminar dan pelatihan menulis cerpen bagi siswa, lalu mendampingi mereka hingga karya-karya tersebut dibukukan.

Pengalaman pertama masuk ke sekolah menjadi momen yang sangat berkesan. Alhamdulillah, program ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pihak sekolah. Hal ini semakin menguatkan langkah kami bahwa literasi bisa tumbuh jika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.

Hari ini, Penerbit Maktabain hadir bukan hanya sebagai penerbit, tetapi sebagai:

Rumah bagi lahirnya karya dan tumbuhnya generasi literasi.

Kami percaya bahwa setiap orang memiliki cerita, setiap ide layak diwujudkan, dan setiap karya memiliki nilai jika diberi ruang untuk berkembang.


Penutup

Perjalanan ini masih panjang. Namun satu hal yang pasti, Penerbit Maktabain akan terus berkomitmen untuk:

  • Mendampingi penulis dari nol hingga terbit
  • Membuka ruang bagi siswa dan santri untuk berkarya
  • Menghadirkan karya yang tidak hanya selesai, tetapi juga bermakna


Karena bagi kami,

“Dari Ide Menjadi Karya, Dari Tulisan Menjadi Makna.”